Apakah Stagen Bisa Mengecilkan Perut Pasca Melahirkan

Apakah Stagen Bisa Mengecilkan Perut Pasca Melahirkan

 




Apakah Stagen itu? Stagen adalah semacam korset berbentuk kain panjang (Stagen Panjang) yang dililitkan ke perut (Stagen Lilit). Stagen tradisional lebih umumnya dikenal sebagai pelengkap dalam Pakaiana Tradisional Suku Jawa, walaupun sebenarnya penggunaan stagen ini dapat dipakai pada pakaian sehari hari.Banyak kaum perempuan yang percaya bahwa dengan menggunakan stagen dan minum jamu khusus bisa memperkecil dan memperkencang perut / stagen untuk mengecilkan perut.

Stagen Tenun, Stagen Tradisional Jawa

Stagen tradisional tenun atau banyak yang menyebutnya stagen tradisional jawa ini merupakan kerajinan tenun tradisional khas jawa yang sudah ada sejak th 1960-an, Stagen Rahayu adalah produsen Stagen Tradisionla Jawa yang sampai sekarang masih memproduksi stagen dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).



Walaupun banyak beredar korset yang berbahan kain elastis, tetapi stagen tetap lebih dipercaya dapat mengembalikan perut kembali kencang pasca melahirkan. karena stagen merupakan kain tenun yang tidak gampang nglipet jika dipakai, dan banyak yang merasakan, lebih nyaman pakai stagen jawa daripada memakai korset.

Selain kaum Perempuan, kaum Pria / Laki-laki (Stagen pengecil perut pria) pun bisa menggunakannya, walaupun secara umum kaum wanitalah yg lebih banyak menggunakannya.

Manfaat Memakai Stagen Tradisional Jawa

  • Mengembalikan Bentuk Perut setelah Melahirkan
  • Menghilangkan Gelambir Perut
  • Menjadikan Badan Lebih Tegap
  • Mengurangi Berat Badan
  • Meredakan Nyeri Punggung
  • Minimalkan Kram Menstruasi pada Perempuan


Mitos dan Fakta Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan


Apakah dengan memakai Stagen setelah Melahirkan dapat mengecilkan Perut?

 “Duh Si Lia sudah langsing lagi Lho ! padahal baru beberapa Bulan dia Melahirkan anak ke 4, Perutnya sudah kecil lagi sekarang, Gimana itu Jeng”

Mungkin kalimat seperti itu sering menjadi pembahasan hangat di antara para Bunda yang baru melahirkan. Bagaimana tidak, kembali langsing dalam sekejap memang sepertinya hal yang mustahil, terutama di bagian perut. Bayangkan saja, berat badan wanita saat hamil bisa naik belasan bahkan hingga puluhan kilogram. Pastinya hal yang sangat sulit untuk dilakukan guna menghilangkan baby weight dalam hitungan hari.

Meskipun begitu, banyak Bunda yang berusaha mengembalikan bentuk tubuh mereka dan mengecilkan perutnya setelah melahirkan. Untuk melakukan hal tersebut dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, para Bunda pun banyak yang rela mencoba berbagai cara, mulai dari cara yang paling alami hingga cara yang belum tentu terbukti kebenarannya. Padahal, belum tentu semua cara yang sering dicoba itu benar bisa mengecilkan perut setelah melahirkan lho, Bunda.

Mau tahu mitos apa saja yang sering beredar tentang mengecilkan perut setelah melahirkan, Bunda? Simak beberapa mitos dan faktanya berikut ini, yuk!

 


Mitos 1: Terlalu sering tidur membuat perut sulit mengecil.

Fakta: Pertama, terlalu sering tidur tampaknya mustahil dilakukan oleh para ibu yang baru punya bayi. Kedua, kurang tidur justru bisa membuat berat badan Anda bertambah lho, Bunda. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan kalau tubuh Bunda yang kurang tidur membakar kalori 5 persen lebih sedikit, dibandingkan dengan Bunda yang cukup tidur.

Selain itu, begadang juga memicu munculnya hormon ghrelin yang meningkatkan nafsu makan Anda. Ya, itu sebabnya orang yang begadang suka ngemil.

Mitos 2: Pakai stagen bisa bikin perut kecil lagi.

Fakta: Mengecilkan perut dengan stagen, Stagen tidak ada hubungannya dengan mengecilkan perut lagi setelah melahirkan. Perlu Bunda ketahui, stagen atau korset mungkin bisa mengencangkan kembali kulit perut yang mengendur setelah melahirkan, namun tidak bisa membantu membuatnya ramping lagi, Bunda.

Mitos 3: Diet bisa membantu mengecilkan perut setelah melahirkan.

Fakta: Buat apa diet ketat, kalau produksi dan kualitas ASI jadi berkurang? Lebih baik, makanlah sesuai kebutuhan, dan makanlah semua jenis makanan yang kaya akan nutrisi. Dengan begitu, kualitas dan produksi ASI akan meningkat, dan berat badan pasca melahirkan dengan sendirinya akan turun karena menyusui memang cara yang paling alami untuk kembali langsing, Bunda.

Dikutip dari laman Baby Centre, memberikan ASI eksklusif bisa membakar 330 kalori per hari selama 6 bulan lho, Bunda. Setelah itu, memberikan ASI bisa membakar 400 kalori per hari! Wow, anak sehat, Bunda pun tentunya senang karena bisa menghilangkan baby weight dengan mudah.

Mitos 4: Semakin rajin olahraga, semakin gampang mengecilkan perut.

Fakta: Duh, semua yang berlebihan tentunya tidak baik ya, Bunda. Sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter, sebelum Anda kembali berolahraga setelah melahirkan, apalagi jika ternyata Anda melahirkan lewat operasi caesar.

Menurut Baby Centre, biasanya dokter baru mengizinkan olahraga lagi setelah 6-8 minggu setelah melahirkan. Namun sebelum itu, Bunda bisa mengecilkan perut dengan olahraga senam Kegel dan jalan santai.

Mitos 5: Jangan mengonsumsi produk susu, karena bikin perut tambah besar.

Fakta: Mitos ini salah banget Bunda, karena produk susu seperti yoghurt justru dibutuhkan tubuh untuk melancarkan metabolisme, yang akan membantu Anda mengecilkan perut setelah melahirkan.

Stagen Tidak Bikin Perut Kecil



Nah ternyata Stagen tidak bikin perut kecil, kencang dan langsing setelah melahirkan, Nah Lho kok tidak Bisa? Tenang, simak terus ya Bunda

Keinginan para Ibu setelah melahirkan adalah mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil. Hal ini membuat para Ibu melakukan berbagai cara agar tubuh terlihat langsing dan perut jadi kecil dan kencang. Apalagi setelah proses persalinan, tubuh kita pasti akan mengalami banyak perubahan, misalnya adalah berat badan yang terus bertambah. Selain itu, bentuk tubuh yang rasanya semakin membesar karena kenaikan berat badan selama kehamilan yang mencapai 12,5 kg hingga 17,5 kg  membuat kita tak percaya diri.

Stagen jadi salah satu cara yang banyak dilakukan para Ibu untuk mengembalikan bentuh tubuh. Stagen adalah semacam korset berbentuk kain panjang yang dililitkan ke perut.

Tak sedikit perempuan yang percaya bahwa dengan menggunakan stagen dan minum jamu khusus bisa memperkecil dan memperkencang perut.

Namun ternyata, menggunakan stagen bukanlah cara yang tepat untuk mengecilkan dan mengencangkan perut, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Riyan Hari Kurniawan, Sp.OG. Menurut spesialis obgyn dari Bamed Health Care ini, stagen hanya bersifat mengencangkan kulit perut.

“Stagen hanya bersifat mengencangkan kulit perut, namun tidak berefek pada penurunan berat badan dan membuat langsing,” tuturnya.

Untuk mengembalikan perut langsing dan kencang setelah melahirkan, Riyan menyarankan untuk menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat.

“Hal yang dapat diupayakan untuk mengembalikan berat badan ke ideal tentu dengan menjaga diet yang seimbang dan sehat disertai olahraga teratur,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa stagen tidak berpengaruh pada kencangnya perut seusai melahirkan.

“Organ rahim akan kembali ke ukuran awal secara alami pada minggu ke-6 setelah melahirkan, dan ini tidak berhubungan dengan ketatnya stagen,” katanya.

Mengencangkan perut setelah melahirkan bisa dengan asupan nutrisi yang tepat. Salmon misalnya memiliki   kandungan asam lemak omega-3 dan vitamin D dalam salmon dapat mengatasi lemak di perut.

Asam lemak omega-3 dalam salmon dapat membantu sel-sel untuk membakar lemak dibanding untuk menyimpannya. Ibu juga bisa perbanyak konsumsi telur.

Kandungan protein dalam telur dapat membuat tubuh jadi lebih kenyang. Sebuah studi yang diterbitkan di Nutrition Researh menemukan bahwa orang yang sarapan dengan telur lebih tidak makan berlebihan di siang hari.

Kandungan vitamin B12 dalam sel telur juga membantu tubuh memecah sel lemak

Namun itu jika dilihat dari Ilmu Kedokteran, banyak hal yg tidak bias dijelaskan oleh ilmu kedokteran namun terjadi sebaliknya dari Analisa ilmu kedokteran.

Tradisi yg sudah lama ada melahirkan sebuah Mitos yg mendekati Fakta, namun memang perlu menilai kedua hal ini secara objectif, Perut yg Rata ada kaitannya dgn Berat badan, Berat badan ada Kaitannya dengan Pola Makan, Pola makan ada kaitannya dengan Bagaimana Cara agar tidak gampang lapar, salah satu cara yg terbukti ampuh adalah dengan menekan bagian ulu hati, dengan menekan Bagian Perut ini maka Akan memperpanjang Rasa Kenyang, rasa kenyang yg Panjang akan terkait dengan Berat badan dan pada akhirnya ke bagian perut, seperti itulah analoginya.

Namun analogi ini akan tidak berlaku jika terlalu cepat membuka stagen dgn alasan belum terbiasa, hal inilah yg membuat gagal, jadi Kembali pada Tujuan awal memakai stagen, karena dgn focus pada tujuan tersebut maka halangan dan rintangan dalam memakai stagen dapat dilewati.

Jadi, Apakah Stagen Bisa mengecilkan Perut setelah melahirkan?  BISA dgn syarat dan kondisi analogi diatas.

Perut Rata Setelah Melahirkan



Berikut saya berikan artikel yg bagus sekali dari kumparan

Jadi, kali ini saya akan berbagi cerita dan informasi tentang pemakaian jarik dan stagen setelah melahirkan. Tidak hanya stagen ya, gurita juga bisa, bengkung juga bisa, korset juga bisa. Sama saja fungsinya memang ada perbedaannya sedikit dalam hal pemakaian.

Hari kedua setelah melahirkan, saya sudah memakai gurita rekat atau korset instan. Selain memakai korset, saya juga memakai jarik. Kenapa harus memakai 2 barang tersebut? Apa memang benar-benar bisa membuat perut rata?

Pengalaman saya, kalo memang ingin rata dan kencang, selain menggunakan korset kita juga harus rajin olahraga agar otot-otot kembali kencang. Tetapi, busui pasti repot dan tidak sempat. Ketika saya memakai korset, memang akan membuat perut tidak terlalu kendur dan seperti masih hamil usia 6 bulan. So far, korset masih membantu untuk menunjang penampilan agar perut tidak terlalu terlihat buncit.

Pertama memakai korset memang agak sedikit kurang nyaman. Tapi lama-kelamaan akan terbiasa. Saya pernah beberapa jam tidak memaksa korset karena terburu-buru, anak nangis minta nyusu. Saya merasakan seperti melayang gitu ketika berjalan seperti hilang keseimbangan. Soalnya ketika hamil, kita membawa badan yang berat, dan setelah melahirkan tiba-tiba badan ringan sekali, itu yang membuat badan seperti melayang.

Salah satu fungsi korset selain membuat perut rata yaitu membuat nyaman dan menyangga area tulang belakang. Selain itu setelah melahirkan, di area perut akan terasa kosong dan seakan-akan angin bisa masuk serta terasa seperti masuk angin. Pemakaian korset ini membuat area perut menjadi hangat sehingga tidak masuk angin.

Korset/bengkung/stagen/gurita ini bukan alat pelangsing ataupun alat penurun berat badan. Pemakaian korset bisa membuat kita tertipu karena kita merasa perut sudah kempis. Korset sifatnya hanya membuat perut terasa lebih nyaman. Jadi korset ini manfaatnya untuk menyamankan dan menghangatkan. Tapi efeknya bagi saya memang perut tidak akan bergelambir parah.

Selain memakai korset, saya juga memakai jarik. Jarik atau kain yang dikenakan sebagai pengganti rok atau celana. Setelah melahirkan otot-otot dan tulang-tulang seluruh tubuh serasa copot-copot, terutama otot dan tulang bagian bawah. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara tidur secara telentang dan lurus, jangan miring ataupun meringkuk. Dan untuk menjaga agar kita tetap duduk dan tidur dengan lurus adalah dengan memakai jarik.

Bagi saya, pemakaian jarik bertujuan untuk menjaga kaki tetap lurus dan memperlambat jalan dan tidak banyak gerak. Supaya jahitan juga tidak cepat jebol karena kita dipaksa untuk berjalan dengan lambat. Posisi tidur yang tidak meringkuk dipercaya juga dapat mencegah varises.

Menurut Mayo Clinic ada beberapa manfaat pemakaian korset dan jarik setelah melahirkan:

Memperbaiki Diastasis Recti

Selama hamil, rahim yang membesar membuat otot-otot di perut terbentang. Hal ini yang menyebabkan dua kelompok otot paralel besar yang bertemu di bagian tengah perut terpisah. Kondisi ini disebut diastasis recti atau diastasis recti abdominis.

Teknik mengikat perut memakai korset atau bengkung dan lain-lain dapat membantu mengembalikan otot-otot tersebut kembali bersama jaringan ikat atau Linea Alba, untuk memperkuat dan mendukung otot-otot lebih efektif.

Pelvic Support

Kalau yang ini merupakan salah satu manfaat pemakaian jarik. Selain mendukung daerah perut, memakai jarik memberikan dukungan untuk daerah panggul. Selama persalinan, tubuh wanita menghasilkan sesuatu yang disebut Relaxin, yang membantu tubuhnya secara fisik menjadi lebih longgar dan lebih fleksibel untuk melahirkan bayi. Ketika masa postpartum, bisa memanfaatkan Relaxin di dalam tubuh dengan memberi tekanan pada pinggul dan panggul untuk kembali ke kondisi sebelum kehamilan dengan lebih mudah. Ini juga membantu untuk mengencangkan dan mendukung area yang masih longgar dari kehamilan saat Relaxin mereduksi tubuh.

Kapan sebaiknya memakai korset setelah melahirkan?

Pada persalinan pervaginam, korset bisa digunakan pada H+3 pasca melahirkan dan dipakai hingga 40 hari ke depan atau senyamannya. Waktu itu, saya H+2 mulai memakai korset.

Apakah korset harus dipakai sepanjang hari?

Sebaiknya tidak, karena kulit perlu bernapas. Jadi, malam hari sebaiknya dibuka saja. Kalau bidan saya menyarankan memakai korset hingga 6 bulan. Tetapi saya memakainya hanya selama 40 hari. Selebihnya saya memakai celana korset yang praktis.

Pada persalinan section, sebaiknya korset digunakan saat bekas jahitan sudah nyaman (4-6 minggu setelah operasi atau bisa dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Stagen Tradisional Jawa , Stagen Rahayu Premium






Lalu dimana mendapatkan Stagen dengan bahan dari katun yg tidak kaku dan nyaman digunakan dalam jangka waktu yg lama?

Stagen Rahayu adalah brand Stagen terpercaya yg telah ada sejak tahun 1970, diproduksi didaerah Yogyakarta dengan dikerjakan dengan alat tenun tradisional merupakan Warisan Budaya Nusantara.

Klik LINK INI untuk mendapatkan Stagen Rahayu dengan Bahan 100% Katun dengan dua pilihan Ukuran 5m dan 10m, Pilihan Warna yg tersedia : Merah, Maroon, Biru Dongker, Putih, Hitam & Hijau Botol 

Comments